Bukittinggi (Humas) – Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin,MA, pada Jumat (08/05/2026). Kunjungan tersebut dalam rangka memberikan Kuliah Umum bertajuk “Peran Strategis Akademisi Merawat Harmonisasi untuk Kemaslahatan Alam, Bangsa dan Agama” yang digelar di Gedung Student Centre UIN Bukittinggi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si; Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat H. Mustafa, M.A., Kasubag TU Kanwil Kemenag Sumbar Edison Yusri, M.A., Area Manager BSI Sumatera Barat, jajaran pimpinan di lingkungan UIN Bukittinggi, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai fakultas.

Dok. Penyambutan Sekjen Kemenag RI oleh Rektor UIN Bukittinggi
Kedatangan Sekjen Kemenag RI disambut langsung oleh Rektor bersama jajaran pimpinan kampus di Gedung Student Centre. Dalam sambutannya, Rektor UIN Bukittinggi menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kunjungan Sekjen Kemenag RI ke kampus UIN Bukittinggi.
“Selamat datang dan terima kasih sebesar-besarnya atas kedatangan Bapak Sekjen Kemenag RI ke UIN Bukittinggi. Kehadiran beliau memberikan arti besar bagi perkembangan kampus ini. Kami memiliki cita-cita melahirkan tokoh-tokoh besar dari lulusan UIN Bukittinggi, sehingga kami sangat mengharapkan perhatian, arahan, dan bimbingan dari Bapak Sekjen,” ungkap Rektor.
Rektor juga menyampaikan bahwa UIN Bukittinggi saat ini telah meraih status akreditasi Unggul. Menurutnya, capaian tersebut harus diiringi dengan peningkatan fasilitas, mutu layanan, dan kualitas akademik secara berkelanjutan.
“UIN Bukittinggi akan terus bermetamorfosis menjadi perguruan tinggi yang lebih baik dalam pelayanan akademik dan peningkatan mutu pendidikan. Kami berharap kunjungan ini membawa dampak signifikan bagi kemajuan kampus,” tambahnya.

Dalam kuliah umumnya, Prof. DR. Phil. Kamaruddin Amin,MA menekankan bahwa keberadaan perguruan tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), harus mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Apalah artinya kampus memiliki akreditasi unggul dan jumlah guru besar yang banyak, jika di balik tembok kampus masih terdapat jurang kemiskinan, rendahnya tingkat kesehatan, lemahnya pendidikan, serta tingginya angka perceraian,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kampus harus hadir sebagai pusat transformasi sosial dan pembangunan peradaban yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara.
Selain itu, Sekjen Kemenag RI juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar memanfaatkan masa kuliah sebagai momentum terbaik dalam membangun masa depan.
“Saya berharap seluruh mahasiswa terus belajar dan mengembangkan diri selama menempuh pendidikan di kampus ini. Masa kuliah adalah masa emas untuk menentukan masa depan. Mahasiswa harus memiliki disiplin, kerja keras, komitmen, visi, dan program hidup yang jelas demi mencapai kesuksesan,” ujarnya.
Menurutnya, kampus bukan hanya tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga pusat pembangunan peradaban dan pembentukan generasi unggul.
“UIN Bukittinggi sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam memiliki potensi besar dalam mewujudkan kemajuan pendidikan dan mutu akademik demi tercapainya Indonesia Emas,” tutupnya.

Dok. Gunting Pita Peresmian Bank Mini BSI diKampus UIN Bukittinggi oleh Komisaris Bank BSI
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pengguntingan pita peresmian Pojok Bank Mini BSI oleh Kamaruddin Amin yang juga menjabat sebagai Komisaris Bank Syariah Indonesia (BSI). Kehadiran Bank Mini BSI di lingkungan kampus diharapkan dapat memberikan manfaat bagi civitas akademika sekaligus memperkuat kolaborasi dan sinergi antara UIN Bukittinggi dan BSI dalam mendukung pengembangan pendidikan, literasi keuangan syariah, serta peningkatan layanan kampus di masa mendatang.
Kegiatan kuliah umum berlangsung dengan penuh antusiasme dan interaksi aktif dari para mahasiswa yang mengikuti acara hingga selesai. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin memperkuat komitmen UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dalam mencetak generasi akademisi yang unggul, moderat, dan berdaya saing global, sekaligus mampu berkontribusi nyata dalam menjaga harmonisasi kehidupan berbangsa, beragama, dan bermasyarakat demi terwujudnya kemaslahatan bersama.
(Humas UIN Bukittinggi/YH)
