Bukitttinggi (Humas) – Pagi yang sejuk di Bukittinggi, Senin, (20 /4/ 2026), membawa gairah intelektual yang berbeda di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek. Sejak matahari mulai merayap naik hingga tepat di puncaknya pada tengah hari, aula kampus dipenuhi mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) yang antusias. Mereka hadir bukan sekadar untuk kuliah rutin, melainkan untuk sebuah misi besar bertajuk: Write Right: Elevating Islamic Education Studies to Global Standards.
Gelaran Workshop Internasional ini lahir dari inisiatif cerdas Pusat Hubungan Internasional (International Office) UIN Bukittinggi yang menggandeng Program Studi Magister PAI serta Pusat Pengajian Umum dan Ko-Kurikulum, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Sebuah kolaborasi lintas negara yang bertujuan mengasah pena para calon sarjana agar tajam menembus standar global.
Menembus Tirai Jurnal Dunia
Acara dimulai dengan prolog yang menggugah dari Dr. Supratman, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Beliau menekankan bahwa “Write Right” bukan sekadar slogan, melainkan prinsip dalam berkarya. “Menulis artikel ilmiah adalah cara kita menyapa dunia. Workshop ini adalah jembatan agar riset pendidikan Islam kita memiliki dampak nyata secara internasional,” pesannya penuh motivasi.

Dok. Narasumber Bersama Wadek I FTIK, Kapus IO dan Kaprodi S2 PAI FTIK UIN Bukittinggi
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Arwansyah bin Kirim dari Pusat Pengajian Umum dan Ko-Kurikulum UTHM Malaysia. Dengan kepiawaiannya, ia membedah anatomi jurnal internasional berimpak tinggi. Peserta diajak menyelami dapur redaksi melalui penjelasan proses Peer Review yang ketat. Tak hanya memberikan tips menulis yang efektif, Dr. Arwansyah juga membekali mahasiswa dengan navigasi penting: mengenal kluster jurnal Scopus dan mewaspadai jebakan jurnal predator. “Menulis dengan benar berarti menjaga integritas ilmu,” tegasnya.
Sinergi dan Pelayanan Global
Di sela-sela kegiatan, Dr. Irwandi, Kepala Pusat Hubungan Internasional UIN Bukittinggi, menyoroti pentingnya impactful networking. Baginya, kehadiran pakar dari Malaysia adalah bukti bahwa jejaring internasional mampu memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi akademisi lokal. “Inilah cara kita membangun ekosistem akademik yang tanpa batas,” ujarnya.
Semangat yang sama juga disampaikan oleh Dr. Hidayani Syam, Ketua Program Studi Magister PAI. Beliau memandang workshop ini sebagai bentuk pelayanan prima prodi dalam meningkatkan kualitas lulusan. “Kami ingin memastikan mahasiswa PAI tidak hanya jago di dalam kelas, tapi juga kompetitif di panggung dunia melalui publikasi yang berkualitas,” jelasnya.
Apresiasi dan Harapan Baru
Saat waktu menunjukkan tengah hari dan workshop berakhir, suasana puas terpancar dari wajah para peserta. Secara terpisah, Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif kreatif dari PHI dan Prodi Magister PAI ini.
“Langkah ini adalah investasi masa depan bagi universitas. Terima kasih yang tulus kami sampaikan kepada Dr. Arwansyah dari UTHM atas ilmu dan inspirasinya. Kolaborasi ini adalah energi baru bagi kami untuk terus berinovasi,” pungkas Prof. Silfia.

Ketika para peserta melangkah keluar ruangan di bawah matahari siang, mereka membawa lebih dari sekadar sertifikat. Mereka membawa bekal “Write Right”—sebuah tekad untuk membawa kajian Pendidikan Agama Islam dari kaki Bukittinggi menuju cakrawala ilmu pengetahuan dunia. (*Humas UIN Bukittinggi/YH)
*Kontributor : Irwandi
