Pembinaan ASN UIN Bukittinggi Perkuat Disiplin dan Integritas Aparatur Kampus

Bukittinggi (Humas)_ Kegiatan pembinaan ASN di lingkungan UIN Bukittinggi digelar oleh OKPP UIN Bukittinggi di Aula Gedung Student Center, Selasa (10/03/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kampus sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kinerja serta memperkuat disiplin aparatur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab institusi.

Pelaksanaan pembinaan ASN tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yakni Wakil Rektor II UIN Bukittinggi Prof. Iiz Izmuddin serta Kepala Biro Umum, Akademik, Perencanaan, dan Keuangan (UAPK) UIN Bukittinggi Eramli Jantan Abdullah, MM.  Keduanya memberikan arahan strategis terkait peningkatan profesionalitas ASN dalam mendukung tata kelola perguruan tinggi yang lebih baik.

Dalam pemaparannya, Prof. Iiz Izmuddin menekankan pentingnya pembinaan ASN yang berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kedisiplinan dan pemahaman terhadap aturan yang berlaku. Ia menilai bahwa pemahaman terhadap regulasi menjadi kunci agar setiap ASN mampu bekerja secara profesional dan akuntabel.

“Sebagai ASN tentunya kita semuanya harus mengetahui semua regulasi ASN, sehingga proses dan hasil kerja sesuai dengan regulasi ASN,” ujar Prof. Iiz di hadapan seluruh peserta kegiatan pembinaan.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa disiplin kerja merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas kinerja aparatur. Dengan disiplin yang baik, ASN di lingkungan UIN Bukittinggi diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan institusi.

Sementara itu, Kabiro UAPK UIN Bukittinggi Eramli Jantan Abdullah, MM, dalam paparannya menyoroti pentingnya integritas dalam pelaksanaan tugas sebagai ASN. Menurutnya, integritas merupakan nilai dasar yang harus dijaga oleh setiap aparatur dalam menjalankan fungsi pelayanan dan administrasi.

Ia menyampaikan bahwa ASN harus menjaga loyalitas kepada institusi, memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan, serta menegakkan kedisiplinan dalam aktivitas kerja sehari-hari. Menurutnya, kedisiplinan ASN juga menjadi barometer penting dalam mengukur hasil kerja atau kinerja aparatur secara keseluruhan.

Kegiatan pembinaan ASN ini berlangsung dengan penuh antusias dari para peserta. Hal tersebut terlihat dari sesi diskusi dan tanya jawab yang berjalan dinamis, di mana para ASN aktif menyampaikan berbagai pertanyaan dan pandangan terkait pelaksanaan tugas di lingkungan kampus.

Kegiatan pembinaan ASN di lingkungan UIN Bukittinggi tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara pimpinan dan seluruh peserta. Momen ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus komitmen bersama untuk terus meningkatkan disiplin, integritas, dan kinerja ASN di lingkungan UIN Bukittinggi.

(TimHumas/NZ)

Aksesibilitas